membangun fondasi rumahmembangun fondasi rumah

Kembali Ke Daftar Artikel

Ternyata Begini Cara Membangun Fondasi Rumah Agar Kokoh dan Tahan Lama

Beton
Tips

7 mins read

Admin · 1 May 2024

Perlu Anda ketahui, meskipun kelihatan sepele membangun fondasi rumah tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Perlu perhitungan yang tepat dengan penggunaan bahan material berkualitas agar fondasi yang dibangun bisa bertahan lama. Jika fondasi yang dibangun tidak sesuai standar, ini bisa mempengaruhi daya tahan bangunan di kemudian hari.

Sebagai informasi konstruksi bangunan, baik itu bangunan kecil hingga bangunan komersial pasti membutuhkan fondasi, sebuah struktur penting untuk menopang bangunan agar lebih kuat, kokoh dan tahan lama. Ibarat kaki manusia, fondasi memastikan struktur rumah berdiri tegak dan stabil.

Nah, bagi Anda yang sedang merencanakan pembangunan rumah, memahami cara membangun fondasi merupakan hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Melalui artikel ini Brik.id akan membahas secara detail mengenai langkah-langkah penting dalam membangun fondasi rumah.

Baca Juga : Cek Pengertian Beton Prategang dan Penerapannya untuk Kebutuhan Konstruksi!

Begini Cara Membangun Fondasi Rumah

Lakukan Perencanaan dengan Matang

Sebelum proses pembangunan, langkah awal yang perlu Anda siapkan adalah melakukan perencanaan dengan matang. Jika Anda belum sepenuhnya memahami konstruksi bangunan, Anda bisa konsultasikan dengan arsitek atau insinyur untuk menentukan jenis fondasi yang sesuai dengan kondisi tanah, desain rumah hingga beban rumah yang nantinya akan ditopang.

Selain mengetahui jenis fondasi, disini Anda juga perlu menanyakan jenis material yang cocok digunakan untuk fondasi rumah, apa saja bahan material yang perlu disiapkan untuk membangun fondasi yang kuat dan tahan lama. Salah satu bahan material yang perlu Anda siapkan adalah beton, pilihlah beton berkualitas yang sudah siap jadi untuk memudahkan proses pembangunan Anda.

Persiapkan Lahan dengan Baik

Jika Anda sudah mengetahui jenis fondasi yang nantinya digunakan untuk rumah, langkah berikutnya adalah menyiapkan lahan. Misalnya jika lahan tersebut sebelumnya adalah bekas kebun dengan banyak pohon dan tahan yang tidak datar, cobalah untuk membersihkan seluruh area. Pastikan akar dan batang pohon benar-benar hilang untuk membantu memudahkan Anda saat membangun fondasi.

Kemudian ratakan bagian tanah yang terlihat menggunduk menggunakan alat yang lengkap. Karena proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama, cobalah untuk meminta bantuan kepada pekerja konstruksi bangunan setempat. Jika lahan sudah bersih dan datar, barulah Anda mulai menggali lubang fondasi sesuai dengan desain yang telah ditentukan.

Baca Juga : Bisa Dilakukan Sendiri, Begini Cara Menghancurkan Beton yang Keras!

Pilih Bahan Material Berkualitas

Sebenarnya material yang digunakan untuk membangun fondasi tidaklah serumit yang dipikirkan. Untuk fondasi rumah sendiri, bahan material yang digunakan biasanya terdiri dari pasir, semen, pecahan batu hingga besi beton. Nah, disinilah peran Anda untuk menentukan dan memilih bahan material yang benar-benar berkualitas. 

Jangan sampai tergiur dengan harga yang murah, karena biasanya yang murah itu kurang berkualitas. Apalagi yang akan dibangun adalah fondasi, tentu Anda tidak ingin struktur rumah tersebut kurang kokoh. Jadi pilihlah bahan material yang benar-benar berkualitas, mulai dari semen, pasir, hingga besi beton yang nantinya digunakan.

Siapkan Adonan Beton

Sebagai informasi, pasir, batu kali dan semen adalah komponen utama yang digunakan untuk membuat fondasi. Nah, jika semua bahan material sudah disiapkan dengan baik, langkah selanjutnya adalah menyiapkan adonan beton dengan baik dan benar. Pilihlah semen yang berkualitas tinggi dengan daya rekat yang kuat, pastikan juga pasir yang digunakan bebas dari kotoran.

Nah, untuk membuat adonan beton, takaran semen, pasir dan batu yang digunakan bisa Anda terapkan dengan rumus semen : pasir : batu belah dengan perbandingan 1:2:3. Artinya untuk setiap 1 sak semen, dibutuhkan 2 takaran pasir dan 3 takaran batu belah.

Takaran ini bisa diubah sesuai dengan kebutuhan, namun perlu diingat bahwa perubahan takaran dapat mempengaruhi kekuatan dan ketahanan beton. Namun, untuk membuat pekerjaan Anda lebih efisien, Anda bisa menggunakan beton ready mix yang siap mengantar beton tersebut ke lokasi Anda.

Baca Juga : 6 Teknologi Beton Terbaru untuk Kebutuhan Konstruksi yang Lebih Maju

Siapkan Bekisting yang Kokoh dan Presisi

Bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton saat dituangkan dan dipadatkan. Bekisting yang kokoh dan presisi sangat penting untuk memastikan kualitas fondasi rumah yang baik. Susun panel-panel bekisting sesuai dengan desain. Gunakan balok kayu atau baja sebagai penguat rangka untuk memastikan bekisting kokoh dan tidak mudah melengkung.

Kemudian ikatlah panel-panel bekisting dengan kuat menggunakan paku, baut, atau kawat baja. Pastikan ikatannya kokoh dan tidak mudah lepas. Pasang penutup pada bagian bawah dan atas bekisting untuk mencegah bocornya beton saat pengecoran. Gunakan plastik atau bahan kedap udara lainnya.

Proses Pengecoran Beton

Lakukan pencampuran beton dengan benar sesuai dengan perbandingan material yang ditentukan. Gunakan beton ready mix atau lakukan pencampuran manual dengan takaran yang tepat. Lakukan pengecoran beton secara bertahap dan hindari pencampuran udara berlebihan untuk menjaga kualitas beton agar tetap kuat dan tahan lama.

Jika cuaca hari itu sedang tidak mendukung, beton yang sudah terlanjur Anda tuang kedalam bekisting bisa Anda tutup menggunakan plastik terpal. Hal ini bertujuan untuk menjaga beton tidak rusak selama proses pengeringan.

Baca Juga : Mengenal Fungsi dan Jenis-Jenis Turap Penahan Tanah

Proses Pengawetan Beton

Proses curing sangat penting untuk memastikan beton mencapai kekuatan optimal. Jaga agar beton tetap lembab selama beberapa hari dengan penyiraman air atau ditutup dengan plastik. Hindari paparan sinar matahari langsung dan beban berlebihan selama proses curing.

Untuk durasi proses curing beton fondasi rumah sendiri minimal dilakukan selama kurang lebih 7 hari, dihitung mulai dari kedua hari setelah beton dicor. Namun, jika proyek rumah Anda ingin diselesaikan dengan waktu yang lebih cepat, durasi curing beton bisa dilakukan 4 sampai 5 hari.

Pemeriksaan dan Perawatan Berkala

Selama proses pengeringan beton fondasi, ada faktor lain yang tidak bisa Anda kontrol. Misalnya, memastikan tidak ada benda lain yang jatuh ke atas permukaan fondasi, atau memastikan cuaca tetap dalam kondisi baik selama proses pembangunan.

Jadi lakukan pemeriksaan secara rutin pada fondasi untuk memastikan kondisinya masih kokoh dan tidak ada retak atau rusak. Lakukan perbaikan segera jika ditemukan kerusakan untuk mencegah masalah yang lebih serius.

Baca Juga : Mengenal Fungsi dan Jenis-Jenis Turap Penahan Tanah

Lalu Apa Saja Jenis Fondasi yang Digunakan untuk Membangun Rumah?

Memilih jenis fondasi yang tepat untuk membangun rumah sangatlah penting karena jenis tanah, struktur bangunan, dan beban yang akan ditanggungnya berbeda-beda. Berikut 5 jenis fondasi yang umum digunakan untuk membangun rumah.

Fondasi Batu Kali

Pertama ada fondasi batu kali, terbuat dari batu kali yang disusun dan direkatkan dengan mortar semen. Fondasi batu kali tergolong jenis fondasi dangkal yang cocok untuk rumah dengan beban ringan, seperti rumah satu lantai di daerah dengan tanah yang stabil. Kelebihannya adalah mudah dibuat dan biayanya relatif murah.

Baca Juga : 8 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menggunakan Beton Readymix Agar Terjaga Kualitasnya!

Fondasi Umpak

Fondasi umpak terbuat dari batu bata atau beton yang dibuat seperti tiang pendek dan ditanam di dalam tanah. Di atas umpak, diletakkan balok kayu atau balok beton sebagai dudukan rangka bangunan. Fondasi umpak cocok untuk rumah dengan beban ringan di daerah dengan tanah yang stabil. Kelebihannya adalah mudah dibuat dan tahan lama.

Fondasi Rollag Batu Bata

Kemudian ada fondasi rallag yang terbuat dari susunan batu bata yang diikat dengan mortar semen. Fondasi ini lebih kokoh dibandingkan fondasi batu kali dan cocok untuk rumah dengan beban yang lebih berat, seperti rumah dua lantai. Kelebihannya adalah lebih kuat dan tahan lama dibandingkan fondasi batu kali.

Baca Juga : Beton Bisa Membuat Bahan Bangunan Hunian Lebih Berkualitas dan Tak Mudah Keropos

Fondasi Strauss Pile

Selanjutnya ada fondasi strauss pile, dibuat dengan cara penetrasi tanah dan memasukkan pipa beton atau besi tulangan yang kemudian diisi dengan beton. Fondasi ini cocok untuk tanah yang relatif lembek atau daerah dengan kadar air tanah yang cukup tinggi. Kelebihannya adalah dapat menjangkau tanah yang lebih dalam dan lebih kokoh dibandingkan fondasi dangkal.

Fondasi Tapak

Kelima da fondasi tapak terbuat dari beton bertulang yang dibuat dengan cara menuangkan beton ke dalam bekisting yang telah disiapkan sebelumnya. Fondasi ini cocok untuk bangunan dengan beban yang sangat berat, seperti gedung bertingkat. Kelebihannya adalah sangat kuat dan tahan lama.

Baca Juga : Ini Dia 10 Jenis Pasir Bangunan yang Bisa Digunakan untuk Kebutuhan Konstruksi!

Nah, itulah cara membuat fondasi rumah agar lebih kuat, kokoh dan tahan lama. Seperti yang disebutkan sebelumnya, fondasi merupakan struktur bangunan yang paling penting pada rumah. Keuntungan membangun fondasi yang tepat dapat membuat rumah Anda lebih kuat menahan beban dari getaran hingga gempa bumi sekalipun. 

Oh iya buat Anda yang ingin proses pekerjaan Anda jauh lebih efisien, salah satu bahan material yang perlu Anda pertimbangkan adalah beton ready mix. Adonan beton siap jadi ini, sudah diproses menggunakan teknologi agar menghasilkan adonan beton yang kuat dan tahan lama. Untuk info pemesanan bisa hubungi Brik.id sekarang juga, terima kasih, semoga informasi ini bermanfaat.