Kembali Ke Daftar Artikel

8 Cara Plester Lantai untuk Pemula, Dijamin Tidak Mudah Retak!

Tips

6 mins read

Admin · 1 June 2024

Jika Anda seorang pemula, mungkin agak tertantang untuk memplester lantai rumah dengan sendiri. Namun, dengan panduan yang tepat, Anda bisa kok melakukannya dengan baik. Berikut ini adalah delapan cara plester lantai untuk pemula, dijamin tidak mudah retak!

Seperti yang Anda ketahui memplester lantai merupakan salah satu langkah penting dalam membangun atau merenovasi rumah. Proses ini memerlukan ketelitian dan pemahaman yang baik agar hasilnya tidak hanya rapi, tetapi juga kuat dan tahan lama.

Baca Juga : 21 Jenis Beton Konstruksi, Pilih Sesuai dengan Kebutuhan Anda!

8 Cara Plester Lantai Khusus untuk Pemula

Siapkan Alat dan Bahan dengan Baik

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Pastikan Anda memiliki semua peralatan yang diperlukan, seperti sekop, cangkul, ember, pengaduk semen, dan penggaris. 

Selain itu, pastikan bahan-bahan seperti semen, pasir, dan air dalam kondisi baik dan sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Ingat, pastikan material yang digunakan berkualitas, terutama adonan beton yang nantinya digunakan.

Bersihkan Permukaan Lantai

Sebelum memulai proses plester, pastikan permukaan lantai bersih dari kotoran, debu, dan minyak. Permukaan yang bersih akan memastikan plester menempel dengan baik dan kuat. Anda bisa menggunakan sapu atau vacuum untuk membersihkan debu dan kotoran. Jika terdapat noda minyak, jangan khawatir,  Anda cukup gunakan deterjen atau pembersih khusus untuk menghilangkannya. 

Membersihkan permukaan lantai dengan baik akan membantu menghindari retakan pada plester. Karena perlu diketahui, kotoran atau minyak yang tertinggal bisa menyebabkan plester tidak menempel dengan sempurna, yang akhirnya bisa menyebabkan retakan.

Baca Juga : Jenis Pondasi Bangunan yang Biasa Digunakan Untuk Proyek Konstruksi

Buat Adukan Semen yang Tepat

Membuat adukan semen yang tepat adalah hal yang sangat penting untuk mendapatkan hasil plester yang baik. Campurkan semen, pasir, dan air dengan perbandingan yang tepat. Biasanya perbandingan umum yang sering digunakan adalah 1 bagian semen : 3 bagian pasir : 0,5 bagian air. Aduklah campuran tersebut hingga merata.

Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk hingga mencapai kekentalan yang diinginkan. Ingat, pastikan adukan tidak terlalu kental atau terlalu cair. Adukan yang terlalu kental akan sulit diratakan, sementara adukan yang terlalu cair akan mudah retak saat mengering.

Basahi Permukaan Lantai

Sebelum mengaplikasikan plester, basahi permukaan lantai dengan air terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mencegah lantai menyerap air dari adukan semen terlalu cepat, yang bisa menyebabkan plester cepat kering dan retak. Gunakan sprayer atau sikat untuk membasahi permukaan lantai secara merata.

Membasahi permukaan lantai juga membantu plester menempel lebih kuat dan merata lho. Namun penting diketahui juga, jangan biarkan lantai terlalu basah, cukup basahi hingga terlihat lembab.

Baca Juga : 15 Jenis Bahan Material untuk Kebutuhan Konstruksi.

Aplikasikan Plester dengan Teknik yang Benar

Mulailah mengaplikasikan plester dari sudut ruangan atau area yang paling jauh dari pintu. Gunakan sekop atau cangkul untuk menaruh adukan semen ke lantai, kemudian ratakan dengan penggaris atau jidar. Pastikan ketebalan plester merata, biasanya sekitar 1,5 hingga 2 cm.

Ratakan adukan dengan gerakan yang halus dan konsisten. Hindari menekan terlalu keras atau menarik terlalu cepat, karena hal ini bisa menyebabkan ketidaksempurnaan pada permukaan plester.

Gunakan Jidar untuk Meratakan Plester

Buat Anda yang sudah sering melakukan perbaikan rumah mungkin sudah tidak asing lagi dengan alat yang satu ini. Setelah adukan diaplikasikan, gunakan jidar untuk meratakan permukaan plester dengan gerakan maju mundur. Teknik ini akan membantu memastikan plester tersebar merata dan tidak ada area yang terlalu tebal atau terlalu tipis.

Dengan menggunakan jidar, Anda dapat mencapai hasil yang lebih rapi dan profesional. Alat ini juga membantu menghindari retakan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan ketebalan plester. Untuk membuat alat jidar sendiri cukup mudah kok, Anda hanya perlu memanfaatkan kayu sisa yang tidak terpakai.

Baca Juga : Begini Metode Pemeliharaan Beton dan Manfaatnya untuk Proyek Konstruksi!

Buat Pola Pemuaian

Pola pemuaian atau expansion joints sangat penting untuk menghindari retakan pada plester lantai. Penggunaan pola ini dibuat dengan cara memotong atau membuat alur pada plester dengan jarak tertentu, biasanya setiap 1-2 meter. Ini memberikan pemuaian dan ruang bagi plester untuk mengembang atau menyusut tanpa menyebabkan retakan.

Dengan membuat pola pemuaian, plester jadi lebih tahan terhadap perubahan suhu dan tekanan yang bisa memicu retakan.

Biarkan Plester Mengering dengan Alami

Setelah selesai memplester, biarkan plester mengering dengan alami. Hindari terkena sinar matahari langsung atau angin kencang, karena bisa menyebabkan plester mengering terlalu cepat dan retak. Jika perlu, tutup lantai dengan kain basah atau plastik untuk menjaga kelembaban selama proses pengeringan.

Baca Juga : Lagi Nyari Kontraktor Bangunan? Pahami Dulu Jenis dan Tips Memilihnya Disini!

Penyebab Lantai yang Baru Diplester Cepat Retak!

Lantai yang baru diplester merupakan bagian penting dari konstruksi bangunan yang membutuhkan perhatian khusus. Namun, sering kali lantai yang baru diplester mudah retak, yang bisa merusak estetika dan fungsi dari bangunan tersebut. 

Berikut adalah lima penyebab utama mengapa lantai yang baru diplester mudah retak dan solusi mengatasinya!

Kualitas Material yang Tidak Memadai

Salah satu penyebab utama lantai yang baru diplester mudah retak adalah kualitas material yang digunakan. Plester yang terbuat dari campuran semen, pasir, dan air harus memiliki komposisi yang tepat.

 Jika kualitas semen rendah atau pasir yang digunakan mengandung kotoran, tentu plester yang Anda aplikasikan akan kehilangan kekuatan dan mudah retak.

Solusinya, Anda bisa gunakan material berkualitas tinggi dan pastikan campuran plester sesuai dengan standar yang disarankan. Anda juga perlu mempertimbankan peenggunaan aditif khusus untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan plester.

Baca Juga : Jarang Diketahui, Ternyata Ini Fungsi Truk Mixer untuk Proyek Konstruksi!

Teknik Aplikasi yang Salah

Teknik aplikasi plester yang tidak tepat juga dapat menyebabkan lantai mudah retak. Misalnya, mengaplikasikan plester terlalu tebal atau tidak merata, seiring waktu ini tentu dapat menyebabkan  tekanan yang tidak seimbang, sehingga memicu retakan.

Solunya, jika Anda belum ahli untuk melakukan pekerjaan ini, pastikan teknik aplikasi plester dilakukan oleh tenaga profesional yang berpengalaman. Terapkan plester dalam lapisan tipis dan rata untuk mengurangi risiko retakan.

Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan seperti suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, serta kelembaban yang tidak stabil, dapat mempengaruhi proses pengeringan plester. Plester yang mengering terlalu cepat atau terlalu lambat dapat mengalami penyusutan tidak merata, sehingga menyebabkan retak.

Untuk mengatasinya, hindari plesteran lantai pada kondisi cuaca ekstrem. Pastikan lingkungan sekitar memiliki suhu dan kelembaban yang stabil selama proses pengeringan. Gunakan pelindung atau penutup untuk melindungi area yang baru diplester dari kondisi lingkungan yang ekstrem.

Baca Juga : Mengenal Fungsi dan Jenis-Jenis Turap Penahan Tanah

Adanya Pergerakan Struktur Bangunan

Bangunan yang baru didirikan masih mengalami proses penyesuaian struktur. Pergerakan ini, walaupun kecil, dapat menyebabkan tekanan pada plester lantai sehingga memicu retakan. Selain itu, getaran dari aktivitas konstruksi lainnya juga bisa berdampak negatif. Misalnya, jika hunian Anda dekat dengan perlintasan umum, ini akan mempengaruhi lantai plester rumah Anda.

Untuk mengatasinya, gunakan bahan plester yang memiliki elastisitas tinggi untuk menyesuaikan dengan pergerakan bangunan. Anda bisa menggunakan produk beton berkualitas tinggi, agar kekuatan lantai tetap terjaga dengan baik.

Kurangnya Perawatan Pasca-Plesteran

Perawatan setelah plesteran selesai sering kali diabaikan, padahal ini merupakan tahap krusial untuk mencegah retakan. Perlu diketahui, jika plester dibiarkan mengering tanpa melakukan perawatan khusus, seperti penyiraman atau penutup, ini akan membuat lantai cepat retak.

Solusinya, lakukan perawatan rutin setelah plesteran selesai. Basahi permukaan plester secara berkala untuk menjaga kelembabannya dan hindari paparan langsung sinar matahari yang berlebihan. Penutup plastik atau kain basah dapat digunakan untuk melindungi area yang baru diplester.

Memplester lantai memang memerlukan ketelitian dan kesabaran, terutama bagi pemula. Namun, dengan mengikuti delapan cara di atas, Anda bisa mendapatkan hasil yang rapi, kuat, dan tahan lama. 

Persiapkan alat dan bahan dengan baik, bersihkan permukaan lantai, buat adukan semen yang tepat, dan aplikasikan plester dengan teknik yang benar. Jangan lupa untuk membuat pola pemuaian dan biarkan plester mengering dengan alami untuk menghindari retakan. 


Oh iya, buat Anda yang berencana memplester lantai hunian dengan skala besar, untuk memastikan kekuatan dan ketahanan, salah satu material yang bisa Anda gunakan adalah ready mix. Selain, terkenal kuat dan kokoh, penggunaan beton ready mix juga bisa membuat pekerjaan Anda jauh lebih efisien. Hal ini, karena Anda tidak perlu lagi melakukan pengadukan beton. Nah, jika tertarik Anda bisa langsung menghubungi kami melalui nomor atau email yang tertera di laman website ini. Semoga informasi ini bermanfaat, terima kasih!